Monday, June 9, 2014

ada yang hilang...

disela hembusan angin yang bertiup
diantara jutaan pasir yang terurai
dan deburan ombak teriring dalam sebuah tawa kecil

ku coba mencari sesuatu yang hilang
sesuatu yang dulu terasa begitu nyata dalam genggaman
mengapa setiap harinya terasa semakin memudar

tadinya kupikir karna waktu berdetak terlalu cepat
melindas semua saat yang harusnya timbul
tadinya aku pikir karna lelahnya hari
hingga terlupakan menikmati sejenak saat yang ada

namun kini...
diatas jutaan pasir yang terlintas didepanku
dibalik setiap hembusan angin yang tertiup
dan gulungan ombak yang menjuntai
ku rasakan masih, sebuah ruang kosong yang terasa membeku

saat waktu telah berdetak lambat
saat kesibukan hari tak mampu lagi menggapai diri
saat moment telah membuka lebar pintunya untuk menjadi kenangan

aku mencoba untuk mencarinya
mencari 'kita' diantara jutaan pasir ini
mencari 'kita' diantara nyanyian sang ombak
mencari 'kita' diantara detik yang ada

bahkan tak dapat kutemui
walau hanya sebuah senyum mesra
atau sebuah rangkulan hangat yang dulu selalu ada...

Monday, November 11, 2013

yang hilang

yang hilang bukanlah rasaku padamu
yang hilang bukanlah inginku bersamamu
yang hilang bukanlah rinduku saat kau tak ada

yang hilang..

rasa nyaman yang dulu kerap menyelimuti setiap malamku
hangat yang menepiskan lelah yang bertumpuk ini
senyum disetiap detik yang kita bagi
celoteh penuh canda yang dulu tak pernah usang
tiang bagi diri menyandarkan raga
sinar yang kutunggu untuk sebuah alasanku menjelang hari
rasa percaya akan masih adanya kagummu untukku
sebuah pelukkan yang menyakinkan diri bahwa semuanya akan baik-baik saja
belaian yang memaafkan setiap salah dan kurangku

dan kini hati berdiri berusaha tegar
mulut menutup rapat sang lidah agar tak mengeluarkan keluh kesah
melapisi semua dengan sinis yang tercipta
akan semua rasa sakit yang terasa

dan kini
aku kehilangan arah..






entah

dalam selusur lorong kota yang bertemankan air hujan
diri mencoba menelusur kembali rasa hati yang ada
mencoba mencari asal dari perih ini
namun yang ada hanya lelah yang menumpuk

entah apa yang ada kini
entah apa yang dirasa
entah apa yang dicari

yang terdengar hanya luapan rintihan kaki yang ingin berhenti berjalan
hati yang sudah enggan merasa
dan jiwa yang tersesat hilang arah

dan kurindukan ungu itu..