disela hembusan angin yang bertiup
diantara jutaan pasir yang terurai
dan deburan ombak teriring dalam sebuah tawa kecil
ku coba mencari sesuatu yang hilang
sesuatu yang dulu terasa begitu nyata dalam genggaman
mengapa setiap harinya terasa semakin memudar
tadinya kupikir karna waktu berdetak terlalu cepat
melindas semua saat yang harusnya timbul
tadinya aku pikir karna lelahnya hari
hingga terlupakan menikmati sejenak saat yang ada
namun kini...
diatas jutaan pasir yang terlintas didepanku
dibalik setiap hembusan angin yang tertiup
dan gulungan ombak yang menjuntai
ku rasakan masih, sebuah ruang kosong yang terasa membeku
saat waktu telah berdetak lambat
saat kesibukan hari tak mampu lagi menggapai diri
saat moment telah membuka lebar pintunya untuk menjadi kenangan
aku mencoba untuk mencarinya
mencari 'kita' diantara jutaan pasir ini
mencari 'kita' diantara nyanyian sang ombak
mencari 'kita' diantara detik yang ada
bahkan tak dapat kutemui
walau hanya sebuah senyum mesra
atau sebuah rangkulan hangat yang dulu selalu ada...
Monday, June 9, 2014
Monday, November 11, 2013
yang hilang
yang hilang bukanlah rasaku padamu
yang hilang bukanlah inginku bersamamu
yang hilang bukanlah rinduku saat kau tak ada
yang hilang..
rasa nyaman yang dulu kerap menyelimuti setiap malamku
hangat yang menepiskan lelah yang bertumpuk ini
senyum disetiap detik yang kita bagi
celoteh penuh canda yang dulu tak pernah usang
tiang bagi diri menyandarkan raga
sinar yang kutunggu untuk sebuah alasanku menjelang hari
rasa percaya akan masih adanya kagummu untukku
sebuah pelukkan yang menyakinkan diri bahwa semuanya akan baik-baik saja
belaian yang memaafkan setiap salah dan kurangku
dan kini hati berdiri berusaha tegar
mulut menutup rapat sang lidah agar tak mengeluarkan keluh kesah
melapisi semua dengan sinis yang tercipta
akan semua rasa sakit yang terasa
dan kini
aku kehilangan arah..
yang hilang bukanlah inginku bersamamu
yang hilang bukanlah rinduku saat kau tak ada
yang hilang..
rasa nyaman yang dulu kerap menyelimuti setiap malamku
hangat yang menepiskan lelah yang bertumpuk ini
senyum disetiap detik yang kita bagi
celoteh penuh canda yang dulu tak pernah usang
tiang bagi diri menyandarkan raga
sinar yang kutunggu untuk sebuah alasanku menjelang hari
rasa percaya akan masih adanya kagummu untukku
sebuah pelukkan yang menyakinkan diri bahwa semuanya akan baik-baik saja
belaian yang memaafkan setiap salah dan kurangku
dan kini hati berdiri berusaha tegar
mulut menutup rapat sang lidah agar tak mengeluarkan keluh kesah
melapisi semua dengan sinis yang tercipta
akan semua rasa sakit yang terasa
dan kini
aku kehilangan arah..
entah
dalam selusur lorong kota yang bertemankan air hujan
diri mencoba menelusur kembali rasa hati yang ada
mencoba mencari asal dari perih ini
namun yang ada hanya lelah yang menumpuk
entah apa yang ada kini
entah apa yang dirasa
entah apa yang dicari
yang terdengar hanya luapan rintihan kaki yang ingin berhenti berjalan
hati yang sudah enggan merasa
dan jiwa yang tersesat hilang arah
dan kurindukan ungu itu..
diri mencoba menelusur kembali rasa hati yang ada
mencoba mencari asal dari perih ini
namun yang ada hanya lelah yang menumpuk
entah apa yang ada kini
entah apa yang dirasa
entah apa yang dicari
yang terdengar hanya luapan rintihan kaki yang ingin berhenti berjalan
hati yang sudah enggan merasa
dan jiwa yang tersesat hilang arah
dan kurindukan ungu itu..
Subscribe to:
Posts (Atom)