sebuah kata..
sebaris kalimat..
yang terucap tanpa asa dan tak terduga
merubah rasa dalam hati
mengundang percaya pada hati
Tuesday, December 30, 2008
Friday, December 26, 2008
finally done.....
meski mata ini tak melihat senyum mu
meski tak terucap langsung dari mulut ini
meski ku tak diharapkan disana saat itu
hati ini mampu rasakan luapan bahagia dalam hatimu
mengalir memenuhi udara hari itu
"Finally done.."
a perfect expression from all
dan kini hati disini
harus hadapi nyata yang ada
untuk lepaskan bayangmu disana
meski masih ada setitik harapan
tuk jadi yang terindah bagimu...
Namun kini kau tlah disana
menemukan dia yang kau cari
tertegun diam tak mampu berkata
meski bukan aku
dan kini, teman....
yang dapat ku berikan hanyalah doa tulusku
semoga mampu mengiringimu berjalan kesana
dalam sebuah impian yang kau rajut
meski kini kau bagi bukan denganku
meski tak terucap langsung dari mulut ini
meski ku tak diharapkan disana saat itu
hati ini mampu rasakan luapan bahagia dalam hatimu
mengalir memenuhi udara hari itu
"Finally done.."
a perfect expression from all
dan kini hati disini
harus hadapi nyata yang ada
untuk lepaskan bayangmu disana
meski masih ada setitik harapan
tuk jadi yang terindah bagimu...
Namun kini kau tlah disana
menemukan dia yang kau cari
tertegun diam tak mampu berkata
meski bukan aku
dan kini, teman....
yang dapat ku berikan hanyalah doa tulusku
semoga mampu mengiringimu berjalan kesana
dalam sebuah impian yang kau rajut
meski kini kau bagi bukan denganku
Tuesday, December 16, 2008
harus diam....
harus diam menahan rasa dan kata.
memendam semua agar tak jadi luka.
terlupakan dan tak dianggap.
mungkin memang tak patut dibanggakan sehingga hilang.
telah berjanji pada hati dan akal
tuk abaikan semua gejolak yang timbul
agar menjadi arang saja
tak pernah terpercikkan api
dan tak kan pernah menjadi abu
namun sang arang tak mampu menahan panasnya mentari
terasa menyengat juga meski telah diabaikan
menggangu indra meski telah ditahan
dan kini hanya diam yang mampu dilakukan
mungkin dengan menahan kata dari bibir maka rasa itu kan beranjak
mungkin semua kan hanya berlalu dan tak bersisa
mungkin dengan menahan rasa dan semua kan terselesaikan
mengubur semua dalam angan
meski sang angan tetap bertanya ingin tahu
adakah sedikit saja bangga itu
adakah sedikit saja celah itu tuk masuk ke dalam sisi lainnya
adakah sedikit saja dusta itu
yang coba diselimuti agar tak terlihat
memendam semua agar tak jadi luka.
terlupakan dan tak dianggap.
mungkin memang tak patut dibanggakan sehingga hilang.
telah berjanji pada hati dan akal
tuk abaikan semua gejolak yang timbul
agar menjadi arang saja
tak pernah terpercikkan api
dan tak kan pernah menjadi abu
namun sang arang tak mampu menahan panasnya mentari
terasa menyengat juga meski telah diabaikan
menggangu indra meski telah ditahan
dan kini hanya diam yang mampu dilakukan
mungkin dengan menahan kata dari bibir maka rasa itu kan beranjak
mungkin semua kan hanya berlalu dan tak bersisa
mungkin dengan menahan rasa dan semua kan terselesaikan
mengubur semua dalam angan
meski sang angan tetap bertanya ingin tahu
adakah sedikit saja bangga itu
adakah sedikit saja celah itu tuk masuk ke dalam sisi lainnya
adakah sedikit saja dusta itu
yang coba diselimuti agar tak terlihat
Subscribe to:
Posts (Atom)