Wednesday, May 18, 2016

aku adalah angin malam yang berhembus tanpa arah dan tanpa makna
melintasi jalan sepi yang tak kukenali lagi
sebongkah lubang hitam menempati ruang hati
namun diri tetap berusaha berhembus mengiringi malam ini

ribuan kata tertahan menjadi kelu dalam lirik tak bernada
ribuan pecahan memori menghisasi alam pikir
ribuan keluh yang kini tak lagi nyata

ada yang salah dengan ini...
namun diri tak mampu temukan jawabannya
hanya rasa sakit yang terbalut amarah yang terasa
menghujat dalam hingga tulang rusuk ini



Monday, June 9, 2014

ada yang hilang...

disela hembusan angin yang bertiup
diantara jutaan pasir yang terurai
dan deburan ombak teriring dalam sebuah tawa kecil

ku coba mencari sesuatu yang hilang
sesuatu yang dulu terasa begitu nyata dalam genggaman
mengapa setiap harinya terasa semakin memudar

tadinya kupikir karna waktu berdetak terlalu cepat
melindas semua saat yang harusnya timbul
tadinya aku pikir karna lelahnya hari
hingga terlupakan menikmati sejenak saat yang ada

namun kini...
diatas jutaan pasir yang terlintas didepanku
dibalik setiap hembusan angin yang tertiup
dan gulungan ombak yang menjuntai
ku rasakan masih, sebuah ruang kosong yang terasa membeku

saat waktu telah berdetak lambat
saat kesibukan hari tak mampu lagi menggapai diri
saat moment telah membuka lebar pintunya untuk menjadi kenangan

aku mencoba untuk mencarinya
mencari 'kita' diantara jutaan pasir ini
mencari 'kita' diantara nyanyian sang ombak
mencari 'kita' diantara detik yang ada

bahkan tak dapat kutemui
walau hanya sebuah senyum mesra
atau sebuah rangkulan hangat yang dulu selalu ada...

Monday, November 11, 2013

yang hilang

yang hilang bukanlah rasaku padamu
yang hilang bukanlah inginku bersamamu
yang hilang bukanlah rinduku saat kau tak ada

yang hilang..

rasa nyaman yang dulu kerap menyelimuti setiap malamku
hangat yang menepiskan lelah yang bertumpuk ini
senyum disetiap detik yang kita bagi
celoteh penuh canda yang dulu tak pernah usang
tiang bagi diri menyandarkan raga
sinar yang kutunggu untuk sebuah alasanku menjelang hari
rasa percaya akan masih adanya kagummu untukku
sebuah pelukkan yang menyakinkan diri bahwa semuanya akan baik-baik saja
belaian yang memaafkan setiap salah dan kurangku

dan kini hati berdiri berusaha tegar
mulut menutup rapat sang lidah agar tak mengeluarkan keluh kesah
melapisi semua dengan sinis yang tercipta
akan semua rasa sakit yang terasa

dan kini
aku kehilangan arah..