Sejuta kata terucap dari sosok di ujung lorong itu. Tak mengerti apakah terbuai atau hati ini mulai percaya. hembusan angin yang menerpa kulit ini meyakinkan hati, ini nyata. namun hati masih tak dapat percaya. Entah hati enggan mengerti atau hanya takut kecewa.
Suara itu kembali terdengar. Disela-sela gelap malam dan luapan kantuk. telinga ini menegak dan memperhatikan dengan seksama. Benarkah suara itu nyata ataukah hanya ilusi mimpi. Genggaman erat yang melekat erat di lengan kembali meyakinkan. Suara itu nyata.
Namun sang hati tetap bertanya. "Apakah ini nyata?" Adakah disana teman untuk bertaut. Merangkai semua menjalin menjadi satu. Adakah dia yang selama ini dinanti telah tiba?
Wednesday, August 20, 2008
Monday, August 4, 2008
ungu....
ungu....
mengapa kau memudar?
warnamu kini tak lagi dapat ku kejar.
terselimut kelabu sang jingga
bergelut dengan gelisah ditiap malam
hingga tak mampu lagi kau bersinar
terpaut takut akan warnanya
siapakah dia disana
mengapa terus menerus memancarkan jingganya
wahai sang ungu
sampai kapankah kau mampu
bertahan terus menunggu
jingganya kan menghilang
hingga nanti kan kau dapati
dia yang kau nanti
berartikah menanti
bila dia tetap menggenggam sang jingga
terselimuti ditiap ruang hatinya
hingga ungumu pun tak mampu berikan warna
dan terus dirudung gelap
mengapa kau bertahan disana
ungu, ku takut warna mu kan pudar selamanya
mengapa kau memudar?
warnamu kini tak lagi dapat ku kejar.
terselimut kelabu sang jingga
bergelut dengan gelisah ditiap malam
hingga tak mampu lagi kau bersinar
terpaut takut akan warnanya
siapakah dia disana
mengapa terus menerus memancarkan jingganya
wahai sang ungu
sampai kapankah kau mampu
bertahan terus menunggu
jingganya kan menghilang
hingga nanti kan kau dapati
dia yang kau nanti
berartikah menanti
bila dia tetap menggenggam sang jingga
terselimuti ditiap ruang hatinya
hingga ungumu pun tak mampu berikan warna
dan terus dirudung gelap
mengapa kau bertahan disana
ungu, ku takut warna mu kan pudar selamanya
Friday, August 1, 2008
memudar perlahan
"kau masih menggengam jingganya dan unguku pun memudar"
Terasa lelah....
terbayang sampai alam tidurku
memapah beban hati yang beku
tertusuk hingga mati rasa
kini ku tak merasa lagi
semua seakan hampa dan asaku musnah
berjalan menyusuri semua yang tadinya berwarna
mengapa kini tak ada lagi
warnamu yang kupuja dulu
mengapa seperti tak ada disini
seakan menjalani semua yang tak nyata
kau disana masih berikan warna untuknya
masih menggengam jingganya
dan unguku pun memudar
nyaris tak terlihat
terkaburkan tetesan biru yang lebat menerpa
mewarnai lagi....
harus kuat dan tak terhempas..
namun kuatkah aku?
bila dirinya terus menerus menghapus warnaku
dan kau hanya mampu terdiam disini
menyaksikan ku memudar perlahan
Subscribe to:
Posts (Atom)
